Tampilkan postingan dengan label Gaya Hidup. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Gaya Hidup. Tampilkan semua postingan

9/11/2017

Tips Belanja Fashion Online


Tak bisa dipungkiri bahwa online shop saat ini sudah mulai mendominasi pasar Fashion di seluruh dunia. Segala jenis baju, pakaian, celana, sepatu bahkan aksesoris bisa kita dapatkan hanya dengan membuka internet. Karena selain mudah, mata kita akan disajikan berbagai macam pilihan sesuai selera kita. Menghabiskan banyak waktu untuk melihat berbagai tren dan koleksi busana terbaru dari desainer ternama melalui online shopping adalah hal yang menyenangkan, tak hanya bagi kaum wanita, namun kaum priapun mulai banyak yang ikut melihat dan berbelanja di online shop. Namun, masih banyak juga yang ragu untuk belanja melalui online shop, terutama pakaian.


Ada berbagai masalah saat kita belanja pakaian melalui online shop, seperti ukuran yang tidak pas, bahan yang terlihat bagus namun ternyata jelek, model tidak sesuai dengan gambar yang ditampilkan, warna yang tidak sama dan masih banyak lainnya. Nah, tak ada salahnya kita bahas apa saja tips belanja pakaian di online shop agar sesuai dengan apa yang kita harapkan.

1. Lihat Harga Pakaian yang akan Kita Beli.
Kenapa lihat harga terlebih dahulu? Bahan pakaian yang berkualitas tidak ada yang murah. Gambar dalam model pakaian adalah gambar yang sudah di edit sehingga terlihat bagus dan berkualitas. Namun sekali lagi tidak ada harga yang murah untuk kualitas bahan yang bagus. Tidak ada salahnya kita tanyakan jenis bahan dari pakaian yang akan kita beli kepada seller.

2. Tanyakan detail Ukuran.
Setiap pakaian biasanya memiliki ukuran yang standart yaitu XS, S, M, L dan lain sebagainya. Namun tidak sedikit pula pakaian yang memiliki standar ukuran yang berbeda dari yang lain. Barang dari toko pakaian online bisa didapat dari import, memesan dari pabrik, ataupun membuat sendiri. Nah, ukuran standart biasanya tidak akan sama. Untuk itu tanyakan kepada seller ukuran detail pakaian yang akan kita beli, lalu ukur dengan ukuran baju ke badan kita.

3. Tanyakan detail warna dan model.
Dalam gambar biasanya akan sangat terlihat bagus. Namun ingat bahwa gambar yang ditampilkan pasti sudah diedit, dan model juga pas dengan pakaian yang dipakai sehingga terlihat sempurna. Namun banyak juga yang merasa tertipu karena tidak sesuai dengan ekspektasi mereka. Untuk itu jangan ragu tanyakan detail warna dan modelnya.

4. Review online shop yang kita kunjungi.
Lihat reputasi online shop yang kita kunjungi. Apakah seller mudah dihubungi, apakah ulasan-ulasan yang diberikan pembeli lain puas atau tidak. Apabila 20% ulasan pembeli mengatakan bahwa tidak puas dengan barang yang mereka beli, maka tak ada salahnya mencari online shop lain.

Berikut sedikit tips sebelum kita memutuskan untuk membeli pakaian di onlineshop manapun. Online shop yang sudah terkenalpun masih banyak yang merasa tidak puas dengan pakaian yang mereka beli. Untuk itu jangan ragu untuk menanyakan segala detailnya sebelum kita kecewa. Carilah online shop memang sudah memiliki reputasi bagus seperti Zalora dan masih banyak lainnya. Tak ada salahnya juga kita mencari diskon-diskon menarik di online shop yang bereputasi bagus. Saya sendiri sebagai online shoper sering belanja di Zalora, karena barangnya memang berkualitas, dari bahan, model dan lainnya, walaupun terkadang butuh sedikit dipermak agar pas di badan. Zalora sendiri punya banyak program diskon. Banyak website yang menawarkan voucher diskon belanja online seperti www.kodediskon.net dan www.voucherzalora.com. Website tersebut menawarkan kode voucher zalora dan informasi diskon Zalora dan online shop lainnya. Silahkan dicoba. 

Belanja barang berkualitas, harga diskon, siapa yang tidak tertarik? 

6/10/2011

Usir Jerawat Membandel Dengan Masker Sperma

Kulit mulus, cantik, serta bebas jerawat dan keriput adalah impian wanita pemuja cantik. Bagaimana jika jerawat membandel?

Sebuah penelitian menunjukkan bahwa air mani berisi kandungan gizi yang tinggi, terlebih untuk menghilangkan jerawat dan memutihkan kulit.

Hasil penelitian Johnson dan Everitt yang dilaporkan dalam bukunya Essential Reproduction mengungkapkan kandungan gizi yang tinggi dalam air mani dan sperma membuat manfaatnya selalu menarik untuk diteliti, salah satunya untuk kecantikan seperti mengobati jerawat dan membuat wanita awet muda.



 
Seperti dilansir healthmedicals, metode masker sperma ini telah digunakan sejak zaman Mesir Kuno. Selain digunakan untuk mengusir Jerawat, Tingginya kandungan gizi ini membuat air mani dan sperma banyak dimanfaatkan untuk mengobati berbagai penyakit, seperti diabetes dan depresi.

Secara teori, penggunakan masker sperma dinilai cukup masuk akal karena sperma mengandung sejumlah nutrisi yang bermanfaat untuk perawatan kulit.
Seperti dilansir Netdoctor, air mani dan sperma banyak mengandung ascorbic acid (vitamin C) dan vitamin B12, yang dapat membantu seseorang tampak lebih muda dan cantik.

Selain itu, adanya kandungan antioksidan juga menjamin bahwa sperma bebas dari radikal bebas penyebab kulit kusam dan cepat keriput. Kandungan yang sama juga bisa ditemukan dalam produk-produk perawatan jerawat dan anti penuaan dini yang dijual di pasaran.


5/18/2011

Posisi Seks Tentukan Jenis Kelamin Bayi?


Secara alamiah, perempuan memiliki kemungkinan hamil sekitar 20-25 persen dalam satu siklus usia 20-an tahun. Artinya, pada usia 20-an tahun, pada setiap siklus ovulasi, kemungkinan menjadi hamil adalah 20-25 persen.

Jenis kelamin sendiri sudah terbentuk sejak terjadinya penggabungan sel (fertilisasi) antara sel sperma dengan sel telur di saluran telur. Jadi, proses terjadinya manusia bukan di rahim, melainkan di ujung saluran telur yang disebut ampula tuba fallopi.

“Setelah pertemuan itu, boleh dibilang semua bahan dasar manusia sudah terbentuk. Terjadilah penggabungan kromosom ibu dan kromosom ayah, termasuk jenis kelamin juga akan terbentuk. Seandainya terjadi kelainan pun, sejak awal sudah bisa diketahui,” ujar Dr. Prima Progestian, Sp.OG.,  dari RSIA Muhammadiyah Taman Puring , Jakarta.

Setelah itu, sel yang sudah bergabung tadi masuk kembali dan menempel di rahim menjadi embrio. Atau sebaliknya, keluar lagi sebagai menstruasi. Apabila terjadi penggabungan antara sperma Y dengan sel telur X , maka akan menjadi janin laki-laki. Perempuan hanya membawa satu jenis kromosom (X), sedangkan laki-laki memiliki 2 jenis sperma yang membawa kromosom X dan Y.

Terkadang terjadi kegagalan pembentukan sperma. Misalnya, pada kejadian XO atau hanya membawa sperma X, sedangkan Y tidak terbentuk. Akhirnya, yang terjadi adalah anak perempuan yang tidak sempurna. Ada juga kelainan di mana kromosomnya berlebih atau kurang. Kelainan ini bisa memengaruhi pola penampilan seks. Misalnya, jika yang terjadi adalah XYY, bisa jadi yang muncul adalah anak yang sangat agresif. Di Amerika, penelitian biasanya dilakukan ke para bandit. “Ternyata ditemukan kromosom Y-nya berlebihan, sehingga mereka menjadi sangat agresif dan menimbulkan permasalahan sosial,” kata Prima melanjutkan.

Faktor yang sangat memengaruhi jenis kelamin bayi adalah faktor genetik. Sebagai contoh, di Amerika, ditemukan sebuah keluarga yang memiliki kecenderungan selalu melahirkan bayi laki-laki. Selama 200 tahun, keturunan keluarga tadi laki-laki semua. “Ini tergantung kekuatan atau jumlah sel sperma yang ada. Tapi secara umum, probabilitas jenis kelamin bayi adalah 50-50.”

Kedalaman Penetrasi 
Jadi, sebetulnya, bisa tidak sih, pasangan suami-istri memilih jenis kelamin bayi sesuai keinginan mereka? Banyak pendapat atau mitos yang menganjurkan trik tertentu agar diperoleh jenis kelamin bayi yang sesuai harapan, dari mulai posisi hubungan seks, makanan, dan sebagainya.

Metode yang sekarang banyak dipakai adalah metode yang ditemukan Dr. Landrum Shettles. Penulis buku How to Choose the Sex of Your Baby  ini menganalisis bahwa pH vagina berperan dalam proses pembuahan. PH yang semakin basa (alkalis) cenderung menghasilkan bayi berjenis kelamin laki-laki, sementara pH yang lebih asam (asiditas) sebaliknya. Dari dasar ini, kemudian diteliti dan dicari cara memperoleh suasana pH vagina yang diiinginkan.

Salah satunya adalah posisi hubungan seks. Agar menimbulkan suasana pH vagina yang basa, posisi hubungan seks yang dianjurkan adalah penetrasi semakin dalam ke arah serviks. “Ini bisa menimbulkan suasana basa, sementara penetrasi yang lebih ke arah luar, cenderung menciptakan suasana asam yang artinya peluang memperoleh anak perempuan lebih besar,” lanjut Prima.

Sementara untuk mengontrol dalam-tidaknya penetrasi, posisi yang dianjurkan adalah posisi misonaris untuk menciptakan pH asam, dan posisi rear-entry  untuk menciptakan pH basa.

Begitu juga dengan makanan, dipilih jenis yang bisa menimbulkan suasana asam atau basa. Misalnya, untuk menciptakan suasana asam, maka konsumsi makanan yang dianjurkan adalah makanan yang mengandung unsur garam, atau makanan yang tinggi kalsium dan magnesium, seperti produk susu olahan (keju, yoghurt ) dan turunannya. Kemudian, menghindari makanan yang mengandung daging, karena tinggi natrium dan kalium. Sebaliknya, untuk memperoleh bayi laki-laki, pilih makanan yang tinggi natrium dan kalium. Ini akan membantu suasana cairan vagina menjadi lebih basa.

Timingnya Tepat
Selain posisi hubungan seks dan makanan, cara lain yang sering dipakai adalah mencuci vagina sebelum berhubungan intim. Misalnya, untuk mendapatkan pH vagina yang asam, vagina dicuci dengan cuka, sementara untuk mendapatkan suasana basa, bisa dibasuh dengan soda kue (baking soda ). Teknik ini memiliki tingkat keberhasilan yang tidak terlalu tinggi, sekitar 50-70 persen.

Teknik lainnya adalah dengan teknik waktu ovulasi (timing of ovulation ), yang juga diperkenalkan oleh Dr. Shettles. “Dasar teknik ini adalah melihat tingkat gerakan sperma. Sperma Y lebih kecil, karena materi genetiknya lebih sedikit, tapi umurnya pendek. Sementara sperma X lebih gendut, lebih besar dan lebih lambat gerakannya, tapi umurnya lebih tahan lama,” jelas Prima.

Atas dasar bentuk anatomi sperma ini, Shettles melihat faktor waktu hubungan seksual bisa berpengaruh terhadap jenis kelamin bayi. Semakin dekat waktu hubungan seks ke waktu ovulasi, diharapkan sperma Y yang lebih cepat bergerak ke sel telur, sehingga kemungkinan menghasilkan anak laki-laki lebih besar. Shettles menganjurkan hubungan intim dilakukan 1-2 hari sebelum ovulasi.

“Kalau ingin anak perempuan, hubungan intim sebaiknya dilakukan jauh-jauh sebelum ovulasi, bisa 3 - 5 hari sebelum ovulasi, setelah itu jangan berhubungan lagi,” lanjutnya. Diharapkan, sperma X sudah loyo, sementara sperma Y masih tahan sampai ke sel telur. Shettles mengklaim, teknik ini memiliki tingkat kemungkinan berhasil 70 - 80 persen.

Pilah-pilih Sperma
Selain metode Shettles yang boleh dibilang low technology , orang mulai mencari cara memilih jenis kelamin dengan cara yang lebih scientific  dan lebih pasti. Salah satunya dengan memilih sperma. X dan Y dengan jalan disaring dengan cairan albumin (albumin method ). Metode ini ditemukan oleh Dr. Ronald Ericsson, PhD dan sekarang digunakan untuk proses inseminasi.

Prinsipnya, sperma di-washing , diputar (centrifuged ), kemudian dimasukkan ke dalam media albumin. Nah, sperma yang kemampuan berenangnya bagus diambil. Metode ini hanya memilah sperma yang baik, tapi tidak memilih jenis sperma, sehingga kemungkinannya hanya 78 persen-85 persen untuk bayi laki-laki, dan 73 persen-75 persen untuk bayi perempuan.

Metode yang lebih canggih lagi adalah dengan mikro sortir (microsort ). Prinsip metode ini adalah menandai kromosom dengan pewarna fluorescence  atau FISH (fluorescence in situ hybridization ). Sperma ditandai dengan pewarna fluorescence, sehingga memancarkan warna tertentu, melalui alat yang dinamakan flow citometry . Misalnya, sperma Y hijau, sperma X merah. Setelah itu akan diperoleh X sort  atau Y sort .

Keberhasilan metode ini diklaim meningkat sampai 85 persen, meskipun masih ada sperma yang lolos juga. “Metode ini juga sudah dilakukan di Amerika Serikat, meskipun masih muncul pro-kontra seputar keamanan pewarna,” pungkas Prima. (NOVA/Hasto Prianggoro)

Sumber: NOVA, Kompas.com

Twitter Delicious Facebook Digg Favorites More