Tampilkan postingan dengan label Fenomena. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Fenomena. Tampilkan semua postingan

6/17/2011

Asal Mula Segitiga Bermuda

Segitiga Bermuda (bahasa Inggris: Bermuda Triangle), kadang-kadang disebut juga Segitiga Setan adalah sebuah wilayah lautan di Samudra Atlantik seluas 1,5 juta mil2 atau 4 juta km2 yang membentuk garis segitiga antara Bermuda, wilayah teritorial Britania Raya sebagai titik di sebelah utara, Puerto Riko, teritorial Amerika Serikat sebagai titik di sebelah selatan dan Miami, negara bagian Florida, Amerika Serikat sebagai titik di sebelah barat.


Segitiga bermuda sangat misterius. Sering ada isu paranormal di daerah tersebut yang menyatakan alasan dari peristiwa hilangnya kapal yang melintas. Ada pula yang mengatakan bahwa sudah menjadi gejala alam bahwa tidak boleh melintasi wilayah tersebut. Bahkan ada pula yang mengatakan bahwa itu semua akibat ulah makhluk luar angkasa

SEJARAH AWAL

Pada masa pelayaran Christopher Colombus, ketika melintasi area segitiga Bermuda, salah satu awak kapalnya mengatakan melihat “cahaya aneh berkemilau di cakrawala”. Beberapa orang mengatakan telah mengamati sesuatu seperti meteor. Dalam catatannya ia menulis bahwa peralatan navigasi tidak berfungsi dengan baik selama berada di area tersebut.

Berbagai peristiwa kehilangan di area tersebut pertama kali didokumentasikan pada tahun 1951 oleh E.V.W. Jones dari majalah Associated Press. Jones menulis artikel mengenai peristiwa kehilangan misterius yang menimpa kapal terbang dan laut di area tersebut dan menyebutnya ‘Segitiga Setan’. Hal tersebut diungkit kembali pada tahun berikutnya oleh Fate Magazine dengan artikel yang dibuat George X. Tahun 1964, Vincent Geddis menyebut area tersebut sebagai ‘Segitiga Bermuda yang mematikan’, setelah istilah ‘Segitiga Bermuda’ menjadi istilah yang biasa disebut. Segitiga bermuda merupakan suatu tempat dimana di dasar laut tersebut terdapat sebuah piramid besar mungkin lebih besar dari piramid yang ada di Kairo Mesir. Piramid tersebut mempunyai jarak antara ujung piramid dan permukaan laut sekitar 500 m, di ujung piramid trsebut terdapat dua rongga lubang lebih besar.

PENJELASAN BEBERAPA NARASUMBER

Berikut adalah penjelasan dari beberapa narasumber yang menyatakan keanehan Segitiga Bermuda bahwa di sana terdapat gas methan, dianggap kapal yang hilang di sana telah melampaui batas kargo, Pangkalan UFO, tempat berkumpulnya para setan golongan Jin (Istana Setan) dan ada yang mengatakan bahwa di sanalah terletak telaga "Air Kehidupan" yang sanggup membuat awet muda dan panjang umur.

Muatan Berlebih

Perusahaan asuransi laut Lloyd's of London menyatakan bahwa segitiga bermuda bukanlah lautan yang berbahaya dan sama seperti lautan biasa di seluruh dunia, asalkan tidak membawa angkutan melebihi ketentuan ketika melalui wilayah tersebut. Penjaga pantai mengkonfirmasi keputusan tersebut. Penjelasan tersebut dianggap masuk akal, ditambah dengan sejumlah pengamatan dan penyelidikan kasus.

Gas Metana dan Pusaran Air


Penjelasan lain dari beberapa peristiwa lenyapnya pesawat terbang dan kapal laut secara misterius adalah adanya gas metana di wilayah perairan tersebut. Teori ini dipublikasikan untuk pertama kali tahun 1981 oleh Badan Penyelidikan Geologi Amerika Serikat. Teori ini berhasil diuji coba di laboratorium dan hasilnya memuaskan beberapa orang tentang penjelasan yang masuk akal seputar misteri lenyapnya pesawat-pesawat dan kapal laut yang melintas di wilayah tersebut.

Menurut Bill Dillon dari U.S Geological Survey, air bercahaya putih itulah penyebabnya. Didaerah segitiga maut Bermuda, tapi juga di beberapa daerah lain sepanjang tepi pesisir benua, terdapat "tambang metana". tambang ini terbentuk kalau gas metana menumpuk di bawah dasar laut yg tak dapat ditembusnya. Gas ini dapat lolos tiba2 kalau dasar laut retak. Lolosnya tdk kepalang tangung. Dengan kekuatan yg luar biasa, tumpukan gas itu menyembur ke permukaan sambil merebus air, membentuk senyawaan metanahidrat.

Air yang dilalui gas ini mendidih sampai terlihat sebagai "air bercahaya putih". Blow out serupa yg pernah terjadi dilaut Kaspia sudah banyak menelan anjungan pengeboran minyak sebagai korban. Regu penyelamat yang dikerahkan tidak menemukan sisa sama sekali. Mungkin karena alat dan manusia yang menjadi korban tersedot pusaran air, dan jatuh kedalam lubang bekas retakan dasar laut, lalu tanah dan air yg semula naik ke atas tapi kemudian mengendap lagi didasar laut, menimbun mereka semua.

Gempa laut dan gelombang besar

Teori ini mengatakan gesekan dan goncangan di tanah di dasar Lautan Atlantik menghasilkan gelombang dahsyat dan seketika kapal-kapal menjadi hilang kendali dan langsung menuju dasar laut dengan kuat hanya dalam beberapa detik. Adapun hubungannya dengan pesawat, maka goncangan dan gelombang kuat tersebut menyebabkan hilangnya keseimbangan pesawat serta tidak adanya kemampuan bagi pilot untuk menguasai pesawat.

Gravitasi

Gravitasi (medan graviti terbalik, anomali magnetik graviti) dan hubungannya dengan apa yang terjadi di Segitiga Bermuda; sesungguhnya kompas dan alat navigasi elektronik lainnya di dalam pesawat pada saat terbang di atas Segitiga Bermuda akan goncang dan bergerak tidak normal, begitu juga dengan kompas pada kapal, yang menunjukkan kuatnya daya magnet dan anehnya gravitasi yang terbalik.

Pangkalan U.F.O.

Pemerintah dan Akademis Independen A.S. mengatakan Segitiga Bermuda disebabkan karena tempat tersebut merupakan Pangkalan UFO sekelompok mahkluk luar angkasa/alien yang tidak mau diusik oleh manusia, sehingga kendaraan apapun yang melewati teritorial tersebut akan terhisap dan diculik. Ada yang mengatakan bahwa penyebabnya dikarenakan oleh adanya sumber magnet terbesar di bumi yang tertanam di bawah Segitiga Bermuda, sehingga logam berton-tonpun dapat tertarik ke dalam.

Istana Setan

Dalam hadist yang diriwayatkan dari Abu Hurairah dari Nabi Muhammad, dikatakan bahwa pertemuan antara suhu panas dan dingin (sejuk) adalah ikatakan larangan ini karena tempat seperti itu adalah tempat yang paling digemari oleh Setan.Karena menurut beberapa pendapat ada yang mengatakan bahwa Segitiga Bermuda merupakan pusat bertemunya antara arus air dingin dengan arus air panas, sehingga akan mengakibatkan pusaran air yang besar/dasyat. Karena bermuda terletak di perairan Atlantik di pertengahan antara benua Amerika bagian utara dan Afrika. Secara mudah lokasi ini adalah kawasan pertembungan dua arus panas dari Afrika dan sejuk dari Amerika Utara.

Menurut beberapa orang muslim meyakini dengan hadist ini yang dianggap telah terjawab tentang misteri Segitiga Bermuda. Perkara-perkara aneh yang sering terjadi itu tentu antara lain disebabkan pertembungan antara panas dan sejuk dan menganggap Istana Setan terletak secara tersembunyi di situ. Kemudian dikatakan pula bahwa Dajjal pada saat sekarang menetap di Segitiga Bermuda itu sampai pada menjelang akhir zaman ia akan keluar.

PERISTIWA TERKENAL
Penerbangan 19

Pesawat pada penerbangan TBF Grumman Avenger, mirip dengan penerbangan 19
Salah satu kisah yang terkenal dan bertahan lama dalam banyaknya kasus misterius mengenai hilangnya pesawat-pesawat dan kapal-kapal yang melintas di segitiga bermuda adalah Penerbangan 19. Penerbangan 19 merupakan kesatuan angkatan udara dari lima pesawat pembom angkatan laut Amerika Serikat.

Penerbangan itu terakhir kali terlihat saat lepas landas di Fort Lauderdale, Florida pada tanggal 5 Desember 1945. Pesawat-pesawat pada Penerbangan 19 dibuat secara sistematis oleh orang-orang yang ahli penerbangan dan kelautan untuk mengahadapi situasi buruk, namun tiba-tiba dengan mudah menghilang setelah mengirimkan laporan mengenai gejala pandangan yang aneh, dianggap tidak masuk akal.

Karena pesawat-pesawat pada Penerbangan 19 dirancang untuk dapat mengapung di lautan dalam waktu yang lama, maka penyebab hilangnya dianggap karena penerbangan tersebut masih mengapung-apung di lautan menunggu laut yang tenang dan langit yang cerah.

Setelah itu, dikirimkan regu penyelamat untuk menjemput penerbangan tersebut, namun tidak hanya pesawat Penerbangan 19 yang belum ditemukan, regu penyelamat juga ikut lenyap. Karena kecelakaan dalam angkatan laut ini misterius, maka dianggap "penyebab dan alasannya tidak diketahui".

Dan juga ditemukan adanya kaitan segitiga bermuda dengan atlantis yang ditemukan adanya penemuan kota-kota kuno dan berbagai bangunan di segitiga bermuda tersebut". Atlantis yang diduga tenggelam dalam waktu satu hari satu malam diduga kuat tenggelam di segitiga bermuda dan beberapa kawasan lainnya yang mirip dengan kejadian yang ada pada segitiga bermuda tersebut salah satunya yaitu di Indonesia, Malaysia, India, dan lainnya"

Sumber: KASKUS

Bumi Akan Alami Zaman Es Mini Tahun 2020

London – Matahari akan masuk periode hibernasi yang tak biasa dan lebih lama. Gawatnya, hal ini akan memicu Bumi mengalami zaman es mini. Bagaimana bisa?


Penurunan pemanasan global bisa terjadi di 2020. Saat itu, bintik matahari akan menghilang untuk beberapa tahun, bahkan dekade. Efek ‘tenangnya’ matahari berdampak bagus pada Bumi. Namun kejadian ini bukanlah yang pertama, hal serupa pernah terjadi di awal abad 18.
 
“Siklus matahari masuk hiatus,” ujar peneliti utama Frank Hill di National Solar Observatory.

Meski ilmuwan tak mengetahui penyebab matahari menjadi tenang, semua tanda menunjukkan matahari akan tenang.

Hill dan tim membuat prediksi ini berdasarkan tiga perubahan di matahari, yakni, melemahnya bintik matahari, berkurangnya uap kutub korona matahari dan hilangnya aliran jet matahari.

Astrofisikawan Richard Altrock di Air Force Research Laboratory mengatakan, berdasar tiga hal itu, matahari akan beristirahat untuk waktu yang lama.

Prediksi siklus matahari ini diperkirakan terjadi di 2020. Namun Hill dan rekan tak menerangkan lebih lanjut perihal dampak kejadian ini pada suhu atau pemanasan global.

"Jika prediksi kami benar, kami punya eksperimen luar biasa yang akan menentukan apakah matahari mempengaruhi pemanasan global," tutupnya.

6/02/2011

Gerhana Matahari Tengah Malam, Mungkin?



4NEWS - Mungkinkah gerhana Matahari terjadi pada tengah malam? Ini memang seperti pertanyaan konyol. Tetapi, Knut Joergen Roed Oedegaard, astrofisikawan dari Norwegian Centre for Science Education, mengatakan, fenomena itu mungkin terjadi dan akan terjadi pada tengah malam hari ini, 1 Juni 2011.

"Ini mungkin seperti sebuah kontradiksi untuk mengalami gerhana Matahari pada malam hari. Tapi, inilah yang akan dilihat di wilayah Norwegia bagian utara, Swedia, dan Finlandia pada 1 Juni hari ini," kata Oedegaard seperti dikutip Spacedaily.com, Rabu (1/6/2011).

Bagaimana hal itu bisa terjadi? Oedegaard mengatakan, saat belahan Bumi utara mengalami musim panas tahun ini, wilayah Artik tidak mengalami Matahari tenggelam. Jadi, pada prinsipnya gerhana Matahari bisa terjadi kapan saja.

Gerhana yang akan terjadi hari ini adalah gerhana Matahari parsial. Gerhana ini ialah gerhana Matahari tengah malam pertama setelah 31 Juli 2000 dan yang terdalam sejak 1985. Penduduk setempat harus menunggu hingga tahun 2084 untuk menyaksikan gerhana Matahari tengah malam yang lebih dalam.

Johny Setiawan, astronom Max Planck Institute for Astronomy, mengatakan, "Gerhana matahari total juga bisa terjadi di tengah malam, seperti yang mungkin terjadi pada 4 Desember 2021 dan 15 Desember 2039 di kutub selatan, di mana Desember adalah musim 'panas' dan Matahari tak pernah tenggelam."

Untuk gerhana kali ini, Fred Espenak dari Goddard Space Flight Center NASA mengatakan, wilayah lain juga bisa melihat, tetapi bukan saat tengah malam. Beberapa wilayah itu antara lain China, Siberia, Eslandia, Alaska, Jepang, Korea Utara, dan Kanada.

Wilayah Reykjavik, Eslandia, akan mengalami gerhana tepat sebelum senja hari ini. Sementara wilayah China dan Siberia akan mengalaminya pada Kamis (2/6/2011) fajar besok. Uniknya, berdasarkan publikasi space.com, wilayah China dan Siberia akan mengalami lebih dulu. Jadi gerhana seolah-olah dimulai pada tanggal 2 Juni 2011 dan berakhir pada 1 Juni 2011. 

Sumber: Kompas.com

Twitter Delicious Facebook Digg Favorites More