Tampilkan postingan dengan label Sains. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sains. Tampilkan semua postingan

1/25/2012

Foto-foto Planet Mars Terbaik

Sejak menetap ke orbit di sekitar Planet Merah pada tanggal 10 Maret 2006, MRO (Mars Reconnaissance Orbiter) memiliki banyak data yang ditransmisikan ke Bumi sebesar 131 triliun bit dan lebih dari 70.000 foto. Foto-foto terbaik berikut ini adalah hasil gabungan foto-foto yang dikumpulkan selama 5 tahun.

'Debu Setan'

Gambar berikut diambil pada tanggal 24 Agustus 2009, yang memperlihatkan pasir berwarna gelap yang tersapu oleh 'debu setan'.



  Gambar diambil pada tanggal 3 Oktober 2006
 
 Gambar diambil pada tanggal  1 Maret 2011

Longsoran Awan

Musim dingin lalu, HiRISE terjebak pada longsoran salju tebal. Gambar ini diambil 27 januari 2010, yang menunjukkan setidaknya tiga awan debu sebagai gumpalan es karbon dioksida longsor 2.000 meter dari tebing. Longsoran lapisan es mungkin disebabkan oleh suhu panas dari sinar matahari, yang merupakan perubahan musim dingin ke musim semi di planet Mars.



Lapisan yang Indah

Gambar ini, diambil 8 November 2006, menunjukkan lapisan  yang lebih ringan dan lebih gelap. Lapisan ini mungkin terbentuk selama jutaan tahun setelah mengalami pergantian musim di planet Mars. Lapisan tidak benar-benar tampak kuning dan biru jika kita sedang berdiri di Mars. HiRISE mengambil gambar dalam tiga warna: biru-hijau, merah. Gambar warna yang kemudian disatukan  satu sama lain dan ditampilkan dalam warna merah, biru dan hijau untuk membedakan fitur geologi yang berbeda.



Pendaratan Phoenix

MRO berada di tempat yang tepat 25 Mei 2008, saat menangkap Mars Phoenix Lander terjun payung ke kawah Heimdall di permukaan Mars. Melalui perhitungan perspektif, Phoenix  akan jatuh ke kawah Heimdall dengan jarak 12 mil dari pinggir kawah.


Jalur Aliran Air

Jalur aliran air yang menelusuri dinding lubang besar di belahan selatan Mars dalam gambar ini, ditangkap pada 5 Agustus 2007. Jalur aliran air ini mungkin telah diukir oleh aliran air jutaan tahun lalu ketika Mars hangat dan basah.


Starburst Spider

Setiap musim semi karbon dioksida beku (es kering) di planet Mars berubah langsung dari padat ke gas tanpa mencair terlebih dahulu. Sublimasi ini mengikis pola yang indah di tanah, seperti lpola jaring aba-laba. Gambar ini ditangkap 4 Februari 2009.


Southern Swiss Cheese

Kutub selatan Mars adalah tempat yang aneh. Es permanen diukir dengan halus. Para ilmuan menyebut bentuk pola es yang berliku-liku ini sebagai "Southern Swiss Cheese". Ketebalan lapisan es ini bisa mencapai 30 kaki. HiRISE telah memantau perubahan-perubahan di kutub selatan. Gambar di bawah ditangkap 28 Agustus 2007.

Dan gambar di bawah ini, ditangkap 30 Desember 2010, dimana lubang telah berubah menyerupai wajah yang sedang tersenyum.


Winter Dunes (Bukit Pasir Musim Dingin)

Gambar ini diambil pada 25 November 2006 yang memperlihatkan gurun pasir saat musim dingin di permukaan Mars. Kilauan cerah pada gambar di bawah mungkin karbon dioksida atau air es.

 

Mempersiapkan Jalan

MRO juga membantu untuk memilih tujuan perjalanan ke planet Mars berikutnya.  Pada gambar yang diambil pada tanggal 15 Juni 2009 menunjukkan calon tempat pendaratan berikutnya, yaitu Kawah Eberswalde. Eberswalde terletak di sebelah sebuah delta berkelok-kelok, yang dianggap merupakan bukti terbaik bahwa Mars pernah memiliki air.
 

Sumber: www.wired.com

7/14/2011

Dari Mana Datangnya Air di Bumi?

Air tidak muncul bersamaan dengan terbentuknya Bumi, sekitar 4,5 miliar tahun lalu.

Asal muasal air di planet kita, yang meliputi hingga 70 persen dari permukaan Bumi masih misterius bagi para ilmuwan. Banyak yang berpendapat bahwa air tidak muncul bersamaan dengan terbentuknya Bumi, namun objek dari angkasa yang mengantarkannya ke planet kita.


Diperkirakan, kalau air datang bersamaan dengan terbentuknya planet Bumi pada 4,5 miliar tahun lalu, ia kemungkinan besar sudah menguap karena panasnya Matahari yang ketika itu masih muda. Artinya, air kemungkinan datang dari tempat lain.

Planet-planet dalam (Merkurius, Venus, Mars) juga ketika tata surya baru mulai dibentuk, masih terlalu panas untuk menyimpan air. Jadi, kemungkinan air di Bumi juga tidak datang dari sana. Namun, planet-planet dan benda-benda angkasa lain seperti bulan-bulan milik Jupiter, komet, dan lain-lain cukup jauh dari Matahari hingga memungkinkan untuk punya es.

Selama periode sektar 4 miliar tahun lalu, yang disebut dengan periode Late Heavy Bombardment, objek raksasa, kemungkinan datang dari luar tata surya, menghujani Bumi dan planet-planet dalam lainnya. Ada kemungkinan bahwa objek-objek ini dipenuhi oleh air. Tabrakan Bumi dengan objek-objek inilah yang membuat planet kita dipenuhi air.

Lalu, objek apa yang mengantarkan air?

Untuk beberapa lama, astronom memperkirakan bahwa komet, terbuat dari bongkahan es dan batu yang memiliki uapan es di buntutnya yang panjang dan terus-menerus mengitari Matahari, diperkirakan menjadi pelakunya.

Namun demikian, pengukuran jarak jauh terhadap air yang menguap dari beberapa komet besar yang ada saat ini seperti komet Halley, Hyakutake, dan Hale-Bopp mengungkapkan bahwa es yang ada di sana terbuat dari tipe H2O yang berbeda karena mengandung isotop hidrogen yang lebih berat dibanding es yang biasa ada di Bumi.

Artinya, komet-komet ini bukanlah sumber air bagi Bumi.

Dicoretnya komet-komet besar dari daftar tersangka sumber air, astronom kembali mencari petunjuk apakah air yang ada di bumi datang dari sabuk asteroid.

Kawasan yang terdiri dari ratusan ribu asteroid yang mengorbit Matahari di antara planet dalam dan planet luar sebelumnya diyakini terlalu dekat ke Matahari untuk menyimpan air. Namun dari bukti-bukti terbaru, diketahui bahwa ada es di asteroid 24 Themis yang ada di sana.

Temuan ini, dan es di asteroid lain mengindikasikan bahwa kemungkinan ada lebih banyak es di sabuk asteroid dibanding perkiraan sebelumnya. Ini kemungkinan menjadi sumber datangnya air di Bumi.

Saat ini, seperti dikutip dari Life’s Little Mysteries, 14 Juli 2011, satelit pemantau seperti DAWN milik NASA sudah dikirim untuk mengeksplorasi asteroid. Harapannya, dalam beberapa tahun ke depan, kita akan mengetahui lebih banyak seputar es air misterius yang berpotensi membantu kita memahami bagaimana asal muasal air di Bumi.

Sumber: VIVAnews.com

Ilmuwan: Monster Laut Benar-Benar Ada

Penampakan 'monster laut' yang dilaporkan tak semuanya bisa dikatakan sebagai kabar bohong.

Monster laut seperti yang dideskripsikan dalam kisah-kisah pelaut kuno, bukan berarti sepenuhnya mitos. Sejumlah ilmuwan mengklaim, mahluk itu nyata. Meski, penampakan mereka tak seperti yang digambarkan Film 'Jurassic Park', tak mirip mahluk prasejarah.


Para ilmuwan mendiskusikan kemungkinan adanya mahluk raksasa di dalam laut yang belum ditemui dalam ajang Zoological Society of London (ZSL). Salah satu pembicara adalah  ilmuwan palaeontolog, Dr Darren Naish. "Sejumlah penampakan 'monster laut' yang dilaporkan tidak semuanya bisa dikatakan sebagai salah tafsir, ketidaktahuan, atau hoax alias kabar bohong," kata dia seperti dimuat Daily Mail, Selasa 12 Juli 2011.

Setidaknya, beberapa di antaranya -- khususnya yang ditemui orang-orang yang mengerti benar tentang alam -- adalah deskripsi hewan nyata yang belum diketahui eksistensinya. Apalagi, "sejumlah besar hewan laut besar terus ditemukan, seperti ikan paus dan hiu jenis baru. Jadi, ide bahwa spesies 'monster' itu hanya menunggu waktu, setidaknya masuk akal," kata Naish. 

Meski demikian, ia menolak ide bahwa penampakan 'monster laut' mirip mahluk-mahluk prasejarah. Msialnya, punya leher panjang seperti Dinosaurus. 

Sementara, sesi bertajuk "Kriptozoologi: Sains atau Pseudosains" diselenggarakan Dr Charles Paxton dari University of St Andrews.

Ia berpendapat, salah untuk mengasumsikan bahwa semua hewan besar di dalam laut telah ditemukan saat ini. "Jika kriterianya hanya besar, bukan ini yang dimaksud," kata dia. Misalnya, pada tahun 1995, ditemukan ikan pari yang hidup di dasar laut, panjangnya 3,42 meter.
"Ada perbedaan antara binatang yang hidup di dasar laut dan mereka yang muncul untuk menghirup udara, tapi kita telah menemukan sejumlah spesies baru paus," tambah dia. 

Senada dengan Naish, ia setuju bahwa tipis kemungkinan kita akan menemukan hewan plesiosaurus. "Jika ada hewan prasejarah yang hidup hari ini akan menyiratkan bahwa ada sesuatu yang sangat salah dengan pemahaman kita tentang catatan fosil," katanya.

Monster laut
Untuk diketahui, delapan spesies laut berukuran besar telah ditemukan dalam 20 tahun terakhir. Pada tahun 1905, ahli zoologi Meade-Waldo Edmond dan Michael Nicoll menemukan 'ular laut' di lepas pantai Brasil.

Sementara, kriptozoologi memiliki arti harafiah, 'studi tentang binatang yang tersembunyi'. Ini mengacu pada usaha menemukan makhluk mitos yang keberadaannya belum terbukti, seperti Loch Ness raksasa, Bigfoot dan Yeti.



Sumber: VIVAnews.com

Misteri Kura-kura Selamat dari 'Kiamat'

Dinosaurus mungkin pernah menjadi penguasa dunia dengan badan besar, cakar tajam, dan giginya yang mengerikan. Namun, saat mereka akhirnya punah dari muka Bumi, kura-kura Boremys yang sederhana justru selamat dari serangan meteorit yang menghantam Bumi 65 juta tahun lalu. 


Buktinya adalah sebuah fosil yang ditemukan oleh palaeontolog Amerika Serikat di formasi batuan di North Dakota dan Montana menjadi bukti. Fosil tersebut diperkirakan milik mahluk yang hidup di periode pasca serangan meteor: Kura-kura air.

Apa rahasianya Kura-kura bisa bertahan hidup? Menurut pada ilmuwan, itu bukan karena cangkangnya yang keras. Tapi, fakta bahwa mereka tidak serakah. 

Metabolisme mereka yang lamban menjadi kunci bertahan hidup di periode pasca serangan meteor. Di mana hanya sedikit makanan yang tersisa. Mereka juga terlindungi oleh air, yang jadi satu dari dua habitat mereka. 

"Kura-kura adalah hewan yang tangguh, mereka mempu bertahan di masa-masa sulit," kata Tyler Lyson dari Yale University kepada LiveScience. Selain itu, "hewan yang hidup di air terlindungi dari apapun yang bisa membunuh tanaman darat dan Dinosaurus."

Kebiasaan kura-kura juga jadi kunci penting yang menyelamatkan. Saat kondisi dingin, kura-kura akan berhibernasi. Namun, ketika sangat panas atau kering, kura-kura air akan mengubur dirinya di lumpur -- menunggu kondisi normal. Ini yang mungkin mereka lakukan saat periode kemusnahan Dinosaurus.

Untuk diketahui, meteorit yang memusnahkan Dinosaurus memiliki lebar antara enam sampai sembilan mil, yang menghantam Semenanjung Yukatan, di selatan Meksiko. Tubrukan itu melepaskan sekitar 100 juta megaton energi. Masa itulah yang kemudian dikenal sebagai K-T Boundary -- periode kemusnahan massal mahluk hidup.

Para ilmuwan menemukan binatang-binatang tang selamat dari 'kiamat' itu dengan cara mencarinya di antara bebatuan yang memiliki keunikan geologis. 

Meteor penyebab mass extinction, fenomena musnahnya dinosaurus.

Kala itu, hampir seluruh hewan darat tersapu bersih, musnah. Termasuk jenis penyu. Namun, Kura-kura Boremys -- khususnya famili Baenid luput. "Hewan kecil yang memiliki metabolisme lambat dan hidup di air, mereka bertahan dengan baik di K-T Boundary," tambah Lyson. "Di dalam air, sebelum dan setelah tubrukan meteor, semua berlangsung seperti biasa."

Namun, Kura-kura Boremys pun akhirnya menyerah pada alam dan waktu. Mereka akhirnya punah sekitar 40 juta tahun lalu -- setelah sempat hidup sekitar 85 juta tahun di Bumi. 

Para ilmuwan menduga, hewan tersebut punah karena dimangsa predator. Salah satu alasannya, mereka tak bisa menyembunyikan kepalanya di cangkang -- kemampuan yang dimiliki Kura-kura modern.

Sumber: VIVAnews.com

Para Ahli Temukan Lokasi Tenggelamnya Atlantis

Headline 

Ilmuwan berhasil menemukan lanskap kuno di bawah Samudera Atlantik Utara. Ilmuwan menduga kuat lanskap ini sebagai kota yang hilang, Atlantis.

Peneliti menemukan lahan hilang berusia 56 juta tahun berkat analisa data yang dikumpulkan perusahaan minyak. Data itu diperoleh menggunakan teknik suara gema canggih.

Lanskap berkedalaman dua kilometer tersebut memiliki puncak yang diduga dulunya merupakan gunung. Selain itu, terdapat pula delapan sungai utama di lanskap kuno itu.

"Lanskap ini seperti daratan sebuah negara,” ujar peneliti Nicky White dari Cambridge.

Lanskap ini seperti fosil kuno yang tersimpan dua kilometer di bawah dasar laut, lanjutnya. Melalui data yang terkumpul, ilmuwan berhasil merekonstruksi gambar 3D lahan itu. Para ilmuwan pun menyadari, gambar ini merupakan bukti tenggelamnya lanskap kuno itu.

Di tempat lain, ilmuwan Cambridge berhasil menemukan fosil kecil yang membuktikan lahan kuno itu dulunya merupakan lingkungan laut.

Menurut White seperti ditulis dailymail, lanskap di bawah Atlantik ini kemungkinan besar dulunya tersapu selama gelombang besar magma 2,5 juta tahun silam.

Hasil riset ini sendiri diterbitkan di jurnal Nature Geoscience.

Sumber: Inilah.com

7/13/2011

160 Tahun Hilang, Jamur Hantu Ditemukan

Spesies jamur Neonothopanus gardner berhasil ditemukan kembali di wilayah Brasilia pada 2009 oleh tim ilmuwan yang dipimpin Dennis Desjardin dari San Fransisco State University. Sebelumnya, spesies itu dinyatakan menghilang sejak tahun 1840. 


Penemuan kembali spesies tersebut dimuat dalam jurnal Mycologia bulan Juli 2011. Neonothopanus gardner unik karena bisa bercahaya (bioluminescence) dalam gelap seperti kunang-kunang. Jamur yang bisa memproduksi cahaya acapkali disebut jamur hantu.

Untuk menemukan spesies ini, Desjardin dan rekannya harus keluar pada malam hari, mengarungi hutan, serta waspada dengan serangan ular dan jaguar. Dengan kamera digital, mereka memotret jamur yang diduga bioluminescence dan menganalisis sinarannya, kadang yang tak bisa dilihat mata.

"Jamur ini bercahaya 24 jam sehari selama oksigen dan air ada," kata Desjardin. Hal itu berlainan dengan hewan bioluminescence yang hanya mengeluarkan cahaya dengan pola semburan. Menurut Desjardin, hal itu menunjukkan bahwa senyawa penyebab cahaya tersedia dalam jumlah melimpah.

Menurut Desjardin, cara jamur ini memproduksi cahaya sama dengan cara kunang-kunang, yakni dengan senyawa luciferin. Enzim luciferace akan memacu interaksi senyawa tersebut dengan air dan oksigen sehingga menghasilkan senyawa baru yang mengemisikan cahaya.

Luciferin dan luciferace pada jamur sampai kini belum diidentifikasi. Alasan jamur mengeluarkan cahaya juga masih misteri. Ilmuwan menduga, cahaya berperan menarik serangga, tetapi pada kasus jamur foxfiremycelium-nya (unit vegetatif jamur yang terdiri atas benang-benang halus), cahaya justru membahayakan.
"Kami belum tahu mengapa hal itu terjadi. Mungkin mycelium (dalam kasus foxfire) bercahaya untuk menarik pemangsa serangga dan akan memakannya sebelum serangga sendiri berhasil memakan mycelium. Namun, sejauh ini kita belum punya data pendukung pendapat ini," urai Desjardin. 

Sumber: Kompas.com

7/10/2011

Daftar 10 Penumpang Ulang Alik Bukan Manusia

Pesawat ulan-alik Atlantis akan diluncurkan Jumat (6/7/2011) dari Kennedy Space Center di Florida, Amerika Serikat. Peluncuran akan dilakukan pukul 22.26 WIB, sementara misi akan berlangsung selama 12 hari. Sebanyak 4 astronot akan terlibat dalam misi yang sekaligus menjadi misi pesawat ulang-alik NASA terakhir. 

 

Dalam 30 tahun dan 134 misi, banyak peran yang dijalankan pesawat ulang-alik, di antaranya membantu meluncurkan tiga wahana antariksa besar meliputi Hubble, Compton Gamma Ray Observatory, dan Chandra-X Ray Observatory, misi mempelajari Planet Venus dan Yupiter, serta mengirimkan total 350 astronot. 

Di balik hal populer yang dilakukan pesawat ulang-alik, termasuk pengiriman iPhone 4 ke luar angkasa dengan Atlantis kali ini, ternyata banyak peran yang belum begitu dikenal, di antaranya ternyata ada penumpang-penumpang selain manusia yang juga ikut terbang. 

Seperti dimuat di versi online Wired berikut penumpang-penumpang teraneh itu: 

Katak
Katak betina dibawa dalam misi Endeavour pada September tahun 1992. Tujuannya adalah melihat pengaruh kondisi mikrogravitasi terhadap perkembangan berudu. Separuh telur yang dihasilkan katak betina itu ditaruh dalam sentrifugasi untuk simulasi lingkungan normal, sementara separuhnya dibiarkan. Hasilnya, semuanya tumbuh normal tetapi berudu yang dibiarkan dalam kondisi mikrogravitasi kesulitan menemukan permukaan air saat kembali ke Bumi. 

Tupai
Dua tupai dibawa dalam misi Challenger bulan Mei, 1985. Setiap tupai dinamai No 3165 and No. 384-80 dan dibawa untuk mengetahui pengaruh kondisi mikrogravitasi pada perilaku makan. Hasilnya, dalam kondisi mikrogravitasi, tupai menjadi sering ngantuk dan kehilangan nafsu makan. 

Sperma Bulu Babi
Sperma ternyata bergerak lebih cepat di kondisi mikrogravitasi. Hal itu diketahui saat NASA membawa sperma bulu babi ke antariksa. Sperma hewan itu dibawa lewat misi Atlantis pada tahun 1997. 

Ikan Transparan
Ikan transparan berjenis Medaka dibawa dengan pesawat ulang-alik Columbia tahun 1984. Ikan-ikan itu bernama Genki, Cosmo, Miki, dan Yume. Di luar dugaan, ternyata ikan-ikan itu bisa bereproduksi dan menghasilkan anakan banyak. Peneliti berharap, berdasarkan hasil ini nantinya manusia bisa mengembangbiakkan ikan di antariksa. 

Telur Ngengat
Telur ngengat dibawa dalam misi Endeavour tahun 1994. Hasil penelitian dengan ngengat menunjukkan bahwa hidup ngengat lebih pendek dan steril. 

Cacing
Bereksperimen dengan cacing yang dibawa dalam misi Columbia tahun 2003, astronot berhasil mengembangbiakkan cacing. Ini membuktikan bahwa penggunaan nutrisi sintetis berhasil. 

Lebah Madu
Sebanyak 3.000 lebah madu dibawa dengan pesawat ulang-alik Challenger tahun 1984. Hasilnya, di antariksa ternyata lebah madu juga berhasil membangun sarang yang tebal dan tak kalah menariknya dibandingkan dengan di Bumi. 

Ubur-Ubur
Sebanyak 2.478 ubur-ubur dibawa dengan pesawat ulang-alik Columbia dalam misi tahun 1991. Selama sembilan hari misi, polyp dari ubur-ubur berhasil tumbuh ke tahap hidup selanjutnya yang disebut ephyrae. 

Tikus
Berdasarkan hasil yang diperoleh dari eksperimen tikus yang dibawa dengan pesawat ulang-alik Columbia tahun 1998, tikus yang berkembang di kondisi mikrogravitasi punya otak yang kurang berkembang, otot yang menyusut, dan kesulitan memperbaiki tulang yang rusak. 

Cumi-Cumi
Cumi-cumi dibawa dalam misi Endeavour terakhir tahun ini untuk mempelajari bakteri yang hidup di permukaannya. Salmonella, jenis bakteri itu, berubah tiga kali lebih mematikan setelah kembali dari antariksa.

Sumber: Kompas.com

7/05/2011

Mineral Langka Ditemukan di Laut Pasifik

Para peneliti Jepang mengaku menemukan cadangan besar rare earth, mineral langka yang terdiri atas rangkaian kandungan lanthanide dan actinide, di dasar laut. Mineral itu digunakan pada berbagai penerapan teknologi tinggi.


Ahli geologi memperkirakan, terdapat 100 miliar ton kandungan mineral itu pada lumpur di dasar Laut Pasifik. Di dunia, saat ini China mendominasi dengan memproduksi 97 persen logam tersebut.

Pada laporan BBC, 4 Juli 2011, analis mengatakan, penemuan di Laut Pasifik itu bisa memengaruhi dominasi China. Jurnal di Inggris, Nature Geoscience, melaporkan,  tim peneliti yang dipimpin Yasuhiro Kato (Guru Besar tamu bidang Kebumian di Universitas Tokyo) menemukan mineral itu pada 78 lokasi di lumpur laut.

"Lapisan itu memiliki kandungan mineral langka yang tinggi. Hanya 1 kilometer persegi lapisan itu dapat memenuhi seperlima permintaan tahunan dunia," kata Kato. Mineral langka itu ditemukan di kedalaman 3.500-6.000 meter di bawah permukaan laut.

Kato menjelaskan, sepertiga lokasi penelitian itu berisi mineral langka dan logam yttrium. Lapisan itu berada di perairan internasional di timur dan barat Hawaii serta timur Tahiti. Survei Geologi Amerika Serikat memperkirakan, permintaan global hanya 110 juta ton, terutama dari China, Rusia, negara-negara bekas Soviet, dan Amerika Serikat. 
Sumber: Kompas.com

6/19/2011

Berani Cicip "Steak" Kotoran Manusia?

Steak daging sapi pasti semua orang sudah bisa membayangkan nikmatnya. Tapi bagaimana dengan steak feses alias kotoran manusia? Beranikah Anda menyantapnya?

Ilustrasi daging steak

Ilmuwan asal Jepang berhasil menciptakan steak berbahan feses tersebut. Adalah Mitsuyuki Ikeda dari Okayama Laboratory yang menciptakan steak langka itu. Ia tak cuma iseng sebab inovasinya adalah respons dari masalah yang dihadapi Tokyo Sewage, badan pengelola limbah kota Tokyo.

Populasi manusia menimbulkan akumulasi lumpur limbah mengandung feses yang berlebihan. Kandungan protein yang tinggi dalam lumpur limbah jadi pemicu munculnya ide langka Ikeda. Ia lalu mengekstrak protein dan menambahkan pemercepat reaksi serta melakukan pemrosesan hingga steak feses itu pun tercipta.

Agar tampak seperti daging sapi, Ikeda pun menambahkan pewarna makanan. Setelah dianalisa, ternyata kandungan gizi steak feses tergolong tinggi, terdiri dari 63% protein, 31% karbohidrat, 3% lemak, dan 9% mineral. Beberapa orang yang terlibat dalam uji cita rasa awal juga mengatakan bahwa rasa steak feses ini pun seperti daging sapi betulan.

Ikeda mengakui, ada beberapa masalah yang harus diselesaikan sebelum steak ini bisa dimakan. Pertama adalah soal biaya sebab harga steak ini mencapai 10 hingga 20 kali lipat dari steak biasa. Masalah yang paling utama juga rasa jijik saat mengetahui bahan baku steak feses.

Cara agar harga bisa ditekan akan terus dilakukan. Sementara, untuk masalah jijik, Ikeda berharap masyarakat bisa melupakan dan melihat kemungkinan menyelesaikan masalah lingkungan dengan memakan steak feses.

Steak feses tidak cuma menyelesaikan masalah limbah, tetapi juga rantai industri daging yang menyumbang 18% emisi gas rumah kaca dan masalah perlakuan keji yang sering dialami hewan. 

Sumber: kompas.com

Jamur SpongeBob dari Negara Tetangga

Ilmuwan menemukan spesies jamur (tepatnya cendawan atau mushroom) baru di Pulau Borneo, wilayah Lambir, Serawak, Malaysia. Spesies jamur tersebut memiliki ciri mirip dengan tokoh kartun SpongeBob SquarePants, karenanya dinamai Spongiforma squarepantsii.


Spesies jamur baru tersebut memiliki warna oranye cerah serta beraroma buah dan sedikit apak. Dennis Desjardin dari San Fransisco University mengatakan, spesies ini adalah satu dari hanya dua spesies yang termasuk dalam genus Sporangiforma.

Jamur yang tergolong dalam genus itu memiliki ciri unik. "Ini seperti sponge yang memiliki lubang besar. Ketika sedang basah, lembab dan segar, anda bisa memeras airnya dan jamur ini akan kembali ke ukuran semula. Kebanyakan jamur tak begitu," kata Desjardin.

Desjardin mengungkapkan, masih banyak spesies jamur yang belum ditemukan. "Kita harus mengeksplorasi hutan di dunia, menghabiskan waktu berbulan- bulan untuk mengoleksi dan fokus ke grup tertentu. Jika kita melakukan itu, 25-20% yang ditemukan adalah spesies baru," kata Desjardin.  

Spongiforma squarepantsii ditemukan pada tahun 2010. Desajardin terlibat dalam proses mendeskripsikan jamur SpongeBob itu dan mempublikasikan hasilnya di jurnal Mycologia. Menurut Desjardin, kebanyakan spesies jamur yang belum ditemukan berasal dari kelompok selain cendawan. 

Sumber: KOMPAS.COM

Cahaya Misterius dari Bintang yang Mati

Tanggal 28 Maret lalu, ilmuwan dikejutkan oleh cahaya misterius dan sangat terang yang ditangkap oleh satelit Swift milik NASA. Cahaya tersebut begitu terang dan berasal dari galaksi yang berjarak milyaran tahun cahaya dari Bumi. 


Semula, ilmuwan menduga bahwa cahaya itu berasal dari ledakan sinar gamma. Namun, ilmuwan ragu sebab cahaya yang ditangkap bertahan dalam hitungan bulan sementara cahaya dari ledakan sinar gamma hanya dalam hitungan jam. 

Joshua Bloom, astronom dari University of California, Berkeley dan timnya kemudian menyelidiki. Kamis (16/6/11), mereka mempublikasikan hasilnya di jurnal Science. 

Akhirnya diketahui bahwa cahaya tersebut muncul karena sebuah bintang dilahap oleh Lubang Hitam. Lubang hitam dengan gaya tariknya yang tinggi seolah menghisap bintang. Begitu bintang terlahap, energi dilepaskan dan cahaya yang begitu terang muncul. 

"Kejadian ini sangat berbeda dari yang pernah kita lihat sebelumnya," kata Bloom. Ilmuwan mengungkapkan, kejadian ini berlangsung di "jantung" galaksi yang berjarak 3,8 milyar tahun cahaya dari Bumi. 

Dapatkah kejadian serupa terjadi di galaksi Bimasakti? Andrew Levan, peneliti dari University of Warwick yang juga turut terlibat dalam observasi mengungkapkan, kemungkinan tersebut bisa saja ada tapi peluangnya kecil.

Sumber: KOMPAS.COM

Ditemukan, 122 Bintang Kembar Baru

Sebuah tim astronomi Inggris berhasil mengenali 122 bintang kembar baru dengan memanfaatkan dua satelit Solar Terrestrial Relations Observatory (STEREO) NASA. 
 

Kedua satelit yang diluncurkan tahun 2006 itu membawa dua perangkat Heliospheric Imager untuk merekam ledakan matahari. Namun satelit itu juga merekam informasi mengenai bintang-bintang yang secara rutin melintas di bidang pandang instrumennya. STEREO mampu menangkap meredupnya sebuah bintang saat bintang lain melintas di depannya. "Berkat kalibrasi berstandar tinggi pada instrumennya, kami dapat mempelajari bintang-bintang lain selain matahari," ungkap Danielle Bewsher dari University of Central Lancashire kepada Space.com.

Bewsher pun mengatakan, bintang kembar baru ini tidak ditemukan pada pengamatan sebelumnya karena instrumen yang digunakan kurang sensitif. "Sementara bintang-bintang kembar ini cenderung tidak mengalami perubahan kecemerlangan yang signifikan," kata Bewsher.

Selain menemukan lebih dari 100 bintang kembar baru, tim itu juga berhasil mengumpulkan data dari 141 bintang kembar yang telah dikenali sebelumnya.

Sumber: NGI, MNN, Space, NASA

6/17/2011

2015 Rusia Kirim Pesawat Menuju Matahari

Matahari adalah salah satu bintang terbesar di luar angksa. Namun, sejauh ini belum ada ilmuwan yang bisa melakukan penelitian dari jarak dekat.


Saat ini ada beberapa ilmuwan dari beberapa negara yang tergabung dalam helio-physicists telah membuat perangkat untuk mendekati Matahari, untuk menelitinya sedekat mungkin. Untuk menunjang penelitian itu, Rusia berencana akan meluncurkan pesawat ruang angkasa ke Matahari.

Ide pertama mengirimkan pesawat ruang angkasa ke Matahari berasal dari komunitas ilmuwan Rusia pada tahun 1970 (di masa Brezhnev). Namun, di awal proyek pertama itu, pesawat tanpa awak itu secara teknis dinilai tidak layak.

Kini para ahli dari Institute of Terrestrial Magnetism, Ionosphere and Radio Wave Propagation atau Pushkov (IZMIRAN), Physics Institute of the Academy of Sciences (FIAN) dan peneliti lainnya, sedang bekerja untuk menyelesaikan proyek  Interhelioprobe. Direktur Lembaga Studi Luar Angkasa dengan Akademisi Ilmu Pengetahuan Rusia, Lev Zelyony, mengatakan tidak menutup kemungkinan bahwa pesawat antariksa ini nanti akan bisa mendekati Matahari pada ketinggian 10-12 solar radii.

Dengan jarak sedekat itu, ancaman bahaya memang akan muncul. Selain bahaya overheating, juga bahaya penguapan sinar di bawah Matahari yang bisa menyebabkan kesalahan dalam pengukuran.

Oleh karena itu, yang akan menjadi prioritas adalah mengembangkan perisai panas yang mampu menahan suhu sampai 600 derajat Celcius. Nantinya, bahan perisai itu akan dibuat dari bahan tungsten, molybdenum, dan bahan tahan api lainnya.

"Mendekati Matahari diperlukan untuk mempelajari fenomena seperti 'solar flares'," kata Vladimir Kuznetsov, Direktur IZMIRAN. "Yang paling penting juga untuk mempelajari siklus Matahari dan dinamo Matahari, karena sampai hari ini kami masih tidak dapat memprediksi awal dan amplitudo siklus ini."

Menurut Kuznetsov, jika mampu mempelajari serta memprediksi siklus Matahari, akan memungkinkan untuk mengurangi dampak bahaya bagi Bumi.

Selain Rusia, proyek serupa juga dilakukan di negara lain. Ilmuwan Eropa yang bekerja untuk Solar Orbiter juga tengah meneliti Matahari dari jarak 60 solar radii (jarak ini sedikit lebih dekat dari orbit Merkurius). American Solar Probe akan mendekati Matahari pada jarak hanya 8.5 radii dari permukaan.

Namun, Solar Orbiter baru akan diluncurkan pada 2017, dan Solar Probe pada tahun 2018. Sedangkan pesawat milik Rusia itu, diyakini para ilmuwan akan diluncurkan pada 2015. 

Sumber: VIVAnews

Astronot Jepang Tanam Timun di Luar Angkasa

Mentimun, buah itu akhir-akhir ini populer -- dalam arti negatif. Sebab, mentimun dari Spanyol diduga menjadi dalang beredarnya bakteri mematikan, E. coli yang menewaskan 22 orang dan membuat sakit 2.200 lainnya. 


Meski toh akhirnya kecambah atau tauge Jerman dijadikan tersangka baru, mentimun tetap bukan favorit. Namun, justru di tengah tudingan itu, astronot Jepang berencana memanen mentimun di Stasiun Antariksa Internasional, jauh di luar bumi di mana syarat kehidupan tumbuhan -- air dan sinar matahari nihil.

Astronot itu bernama Satoshi Furukawa. Ia diagendakan meluncur ke ruang angkasa Rabu mendatang, untuk bekerja selama setengah tahun di orbit bersama kosmonot Rusia, Sergei Volkov dan astronot NASA, Michael Fossum.

Soal rencana eksperimen 'bertani mentimun; yang dijadwalkan bulan depan, Furukawa mengatakan, itu bagian dari penelitian bagaimana penjelajah luar angkasa masa depan bisa memanen tanamannya sendiri. "Kami berharap bisa memakan hasil panen itu, sayang tak diperbolehkan," kata Furukawa yang seorang dokter, seperti dimuat AP.

Demi kesehatan dan  kepentingan misi, para astronot yang akan diluncurkan melalui pusat peluncuran Baikonur di Kazakhstan masih menjalani isolasi ketat, untuk menghindari infeksi. Bahkan saat konferensi pers, Furukawa, Fossum dan Volkov berlindung di balik kaca.

Tak mau kalah dengan Jepang, kosmonot, Volkov mengatakan di wilayah Rusia  di Ruang Angkasa Internasional akan ditanami tomat. Dengan bercanda ia berharap para astronot diberi izin untuk menyiapkan salad dari hasil panennya. "Tapi jujur, apa yang sungguh aku inginkan adalah kentang goreng," ujar dia tersenyum.

Namun, apapun hasil bertanam mentimun, Jepang masih memimpin dalam hal peningkatan kuliner di ruang angkasa. Bahkan, astronot Jepang, Soichi Noguchi, membuat sushi -- makanan khas Jepang -- saat berada di stasiun ruang angkasa tahun lalu.

Untuk diketahui, Fossum, Furukawa dan Volkov dijadwalkan kembali ke bumi pada pertengahan November.

Sumber: VIVAnews

White Hole Kemungkinan Hadir di Alam Semesta

Anda pernah mendengar black hole? Ia merupakan sebuah celah gelap di ruang angkasa yang menghisap seluruh benda yang ada di sekelilingnya dan melemparnya ke ruang ketiadaan. Kini sejumlah ilmuwan menyebutkan bahwa pernah ada bukti akan adanya lawan dari black hole.



Kebalikan dari black hole, white hole atau lubang putih tidak menghisap benda di sekeliling namun memuntahkan material yang berasal dari tempat antah berantah ke alam semesta kita.

Alam semesta kita sendiri merupakan tempat yang aneh, dan lubang hitam merupakan salah satu hal yang paling aneh yang hadir di dalamnya. Namun secara matematik, lubang hitam harusnya bisa dibalikkan, artinya, ada sesuatu yang memuntahkan material, tidak menghisapnya.

Dikutip dari Dvice, 27 Mei 2011, lubang putih beroperasi dengan modus yang berbeda dengan lubang hitam. Mereka mendadak muncul untuk masa waktu yang singkat. Mereka kemudian melontarkan sejumlah material ke alam semesta lalu mereka sendiri runtuh, membentuk lubang hitam dan kemudian tidak pernah tampak lagi.

Perilaku lubang putih seperti ini sangat sulit untuk diamati. Namun peneliti yakin bahwa mereka telah menemukan salah satu di antaranya.

Pada tahun 2005 lalu, sebuah tembakan sinar gamma berhasil terekam namun ia tidak hadir bersama dengan supernova yang umumnya memicu hadirnya lontaran sinar gamma tersebut. Ada kemungkinan, ia hadir akibat runtuhnya sebuah lubang putih.

Yang menarik seputar lubang putih adalah pembentukan material mereka serupa dengan apa yang disebut Big Bang, atau yang disebut-sebut merupakan fenomena terbentuknya seluruh alam semesta. Ini membuat white hole disebut juga sebagal ‘Small Bangs’.

White hole tidak memiliki koordinat ruang dan waktu yang pasti dan tidak bisa dideteksi sama sekali. Mereka bisa secara mendadak muncul kapan saja, di mana saja dan melakukan aktivitas mereka sebelum kembali menghilang.

Sejauh ini, keberadaan white hole memang masih bersifat dugaan. Akan tetapi, black hole juga hanya merupakan dugaan sampai keberadaannya benar-benar diketahui pada beberapa dekade terakhir. Dan seperti yang diucapkan oleh fisikawan Murray Gell-Mann, apapun yang tidak dilarang adalah wajib. Artinya, setidaknya dari sudut pandang mekanikal kuantum, lubang putih pasti ada di salah satu sudut alam semesta.

Sumber: VIVAnews

Gara-gara Jupiter, Ukuran Mars Jadi Kerdil

Dari simulasi komputer dan laporan yang dipublikasikan di jurnal Nature, diketahui bahwa planet Mars selesai terbentuk 2 sampai 4 juta tahun lebih cepat dibandingkan dengan Bumi. Ini memperkaya informasi mengapa ukuran planet itu sangat kecil.


Sebagai informasi, planet Bumi terbentuk dalam waktu 50 sampai 100 juta tahun. Adapun Mars, yang terbentuk dalam waktu lebih cepat, hanya memiliki massa 11 persen dari massa Bumi. Penyebab dari semua fenomena tersebut adalah migrasi yang dilakukan oleh planet Jupiter.

“Jika Jupiter bergerak dari tempatnya ke jarak 1,5 AU (1 AU adalah 1x jarak Matahari-Bumi) dari Matahari dan kembali ke posisi awal, maka pergerakan planet itu memengaruhi kepadatan bahan-bahan pembentuk planet di kawasan tata surya,” kata Kevin Walsh, peneliti dari Southwest Research Institute, dikutip dari Astronomy Now, 13 Juni 2011.

Seperti gambaran, saat ini Jupiter berada di posisi 5,2 AU. Namun dari model simulasi komputer, terindikasi bahwa planet-planet luar milik tata surya berpindah-pindah orbit sebelum menempati posisi permanen mereka saat ini. Saat mereka berpindah, mereka meredistribusi materi yang ada di tata surya.

Perpindahan planet Jupiter ke posisi yang mendekati posisi Bumi dan Mars saat ini membuat material pembentuk planet yang ada di kawasan itu berpindah. Akibatnya, Mars yang juga sedang berusaha membentuk dirinya kekurangan bahan baku.

Pergerakan planet Jupiter yang berangkat mendekati Matahari saat tata surya masih berusia muda dan kembali ke posisinya dan mengacak-acak material yang ada di sekelilingnya juga menjelaskan, mengapa bebatuan dan meterial yang ada di sabuk asteroid terdiri dari unsur yang berbeda-beda.

“Teka-teki besar ini perlahan-lahan mulai terpecahkan,” kata Walsh. “Simulasi menunjukkan bahwa migrasi Jupiter konsisten dengan kehadiran sabuk asteroid dan juga menjelaskan kandungan sabuk yang sebelumnya tidak bisa dipahami,” ucapnya.

Seperti diketahui, sabuk asteroid terdiri dari material acak antara lain bebatuan kering dan bebatuan yang mengandung air. Saat Bumi terbentuk, Bumi juga tidak mungkin memiliki air. Adapun penyebab hadirnya air kemungkinan adalah karena material yang ada di sabuk asteroid yang mengandung air, mendarat di Bumi akibat pengaruh pergerakan Jupiter.

Sumber: VIVAnews

2 Black Hole Besar Ditemukan di Pusat Galaksi

Dari sebuah penelitian lebih lanjut, astronom mendapati bahwa Markarian 739, sebuah galaksi yang berjarak sekitar 425 juta tahun cahaya dari Bumi ke arah konstelasi Leo memiliki tidak cuma satu black hole raksasa, melainkan dua buah black hole di pusat galaksi itu.


Kehadiran galaksi kedua ini terdeteksi oleh satelit Swift dam Chandra X-Ray Observatory milik NASA.

Meski kedua lubang hitam itu berada di pusat galaksi, keduanya terpisah dengan jarak sekitar 11 ribu tahun cahaya atau sekitar sepertiga jarak tata surya kita dengan pusat galaksi Bima Sakti. Sebagai gambaran, satu tahun cahaya berjarak sekitar 10 triliun kilometer.

Kedua black hole yang ditemukan itu juga merupakan black hole yang sangat aktif dan masuk ke dalam klasifikasi ‘supermassive’ yang artinya, masing-masing memiliki massa yang sama dengan jutaan atau bahkan miliaran kali lipat massa bintang seperti Matahari kita.

Padahal, black hole biasa yang terbentuk akibat hancurnya bintang raksasa hanya berukuran 10 sampai 20 kali lipat dibandingkan dengan massa Matahari.

“Di pusat sebagian besar galaksi raksasa, termasuk Bima Sakti, berada sebuah supermassive black hole yang memiliki bobot jutaan kali lipat dibandingkan dengan massa Matahari,” kata Michael Koss, peneliti dari NASA, seperti dikutip dari Space, 11 Juni 2011. “Sebagian di antaranya memancarkan radiasi miliaran kali lebih besar dibanding energi Matahari,” ucapnya.

Namun demikian, Koss menyebutkan, meski supermassive black hole merupakan fenomena yang umum yang hadir di pusat galaksi, tidak semua black hole memancarkan energi radiasi yang disebut dengan ‘active galactic nuclei (AGN). “Dengan demikian, mendapatkan sebuah black hole raksasa yang aktif sangat langka. Apalagi menemukan dua buah black hole raksasa dalam satu galaksi,” ucapnya.

Astronom menduga bahwa sepasang supermassive black hole ini terbentuk saat ada galaksi yang hancur.

“Jika dua buah galaksi saling bertabrakan, dan masing-masing memiliki sebuah supermassive black hole, ada kemungkinan bahwa kedua black hole menjadi aktif sebagai AGN,” kata Richard Mushotzky, peneliti lain dari University of Maryland.

Sumber: VIVAnews

Pencarian Partikel Tuhan Alami Kemunduran

Batavia – Ilmuwan terus mengejar partikel tak terjelaskan yang dikenal dengan Higgs Boson (diduga asal muasal massa). Namun ilmuwan mengaku mengalami kemunduran.


Ilmuwan pemilik Tevatron Particle Accelerator di Fermilab, Batavia, Illinois, merilis hasil upaya sebulan untuk memastikan keberadaan ‘Partikel Tuhan’ itu.

"Kami tak melihat sinyalnya," ujar ilmuwan staf Dmitri Denisov.

"Jika partikel ini benar ada, kami pasti sudah melihatnya namun saat kami melihat data kami, kami tak melihat apa pun. Di titik ini, kesempatan mengenai keberadaan partikel ini menjadi 50-50,” ujarnya lagi.

Hasil yang dimasukkan jurnal Physical Review Letters itu menunjukkan adanya kemunduran bagi ilmuwan yang telah melakukan pencarian partikel ini.

Juru bicara European Organization for Nuclear Research yang mengoperasikan Large Hadron Collider (LHC) mengatakan, terlalu dini merilis analisa apa pun namun sesuatu akan dirilis beberapa pekan ini.

"Masih terlalu dini. Kisah ini akan mencapai kesimpulannya saat musim panas tahun ini (akhir Juli). Saat itu, eksperimen LHC akan membuahkan cukup banyak data yang mampu mengatakan sesuatu," katanya.

Sumber: INILAH.COM

Partikel Tuhan Ditemukan?

New York – Memo bocoran yang beredar di internet membuat para ilmuwan optimistis mengenai keberadaan partikel Tuhan. Selama bertahun-tahun, ilmuwan terus mencari partikel ini.


Para ilmuwan European Organization for Nuclear Research (CERN) mengkonfirmasi keaslian memo ini. Namun, mereka mengaku terlalu menyimpulkan keberadaan partikel Tuhan atau juga biasa disebut Higgs Boson ini.

Meski partikel subatom ini masih belum dikonfirmasi, beberapa ilmuwan yakin partikel ini bertanggung jawab atas massa semua partikel lain di dunia. Memo bocoran ini diyakini sebagai catatan internal dari Jenewa, Swiss, tempat para ilmuwan mengerjakan proyek Large Hadron Collider (LHC).

Proyek ini melibatkan partikel yang bertabrakan dengan kecepatan sangat tinggi agar partikel penyusunnya bisa diteliti. Terdapat beberapa teori fisika mengenai keberadaan beberapa partikel. Namun dalam kenyataannya partikel itu belum terbukti.

Para ilmuwan berharap bisa membuktikan keberadaan partikel-partikel tersebut melalui LHC. Catatan bocor yang diunggah di blog Peter Woit dari Columbia University ini menunjukkan, para ilmuwan bisa menemukan Higgs Boson yang sukar dipahami itu.

Namun, ilmuwan lain di CERN mengatakan, catatan itu hanyalah ekspresi pendapat ilmuwan penulisnya. 

Sumber: INILAH.COM

Berbagai Macam Helm Perang Abad Pertengahan

VIKING'S HELMET

Viking adalah suku bangsa dari Skandinavia yang berprofesi sebagai pedagang, peladang, dan paling terkenal sebagai perompak (seringkali setelah gagal berniaga) yang di antara tahun 800 dan 1050 menjarah, menduduki dan berdagang sepanjang pesisir, sungai dan pulau di Eropa dan pesisir timur laut Amerika Utara, serta bagian timur Eropa sampai ke Rusia dan Konstantinopel.

CRUSADER'S HELMET
Crusader adalah prajurit yang berasal dari Roma.. Sewaktu itu Crusader dipakai untuk merebut kembali Jerusalem dan Holy Land dari Negara Islam
 

ARABIAN'S HELMET


ROMAN'S HELMET

Para Prajurit ini terbentuk pada tahun 550 SM oleh King Servius Tullius. Digunakan untuk melindingi Kerajaan Roma dari setiap musuh. 


GLADIATOR'S HELMET

Gladiator adalah prajurit/tahanan yang dikumpulkan di satu tempat yang bernama Colliseum untuk bertarung dengan sesama Gladiator lainnya atau dengan binatang buas, dan menjadi tontonan para bangsawan Romawi saat itu 


SAMURAI'S HELMET


ZONG GUO' HELMET (Dinasti Ming)



Sumber: KASKUS

Twitter Delicious Facebook Digg Favorites More